Kepala DLHP Papua Barat Anjurkan Pekerja TPA Manokwari Gunakan Masker untuk Kurangi Dampak Asap Kebakaran
MANOKWARI, 20 Agustus 2026 — Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Provinsi Papua Barat memberikan perhatian terhadap keselamatan dan kesehatan para pekerja di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Manokwari menyusul terjadinya kebakaran di area TPA yang menimbulkan asap dan bau serta berpotensi memengaruhi kualitas udara di sekitar lokasi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Provinsi Papua Barat mengimbau seluruh pekerja TPA agar menggunakan masker selama menjalankan aktivitas, terutama ketika berada di area yang masih terdapat asap atau bau akibat kebakaran.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan untuk mengurangi paparan langsung terhadap asap hasil pembakaran sampah. Kebakaran sampah di TPA dapat menghasilkan campuran asap dan partikulat, termasuk partikel halus seperti PM2.5, yang apabila terhirup dapat mengganggu saluran pernapasan.
“Keselamatan dan kesehatan pekerja menjadi perhatian kami. Karena itu, kami menganjurkan agar pekerja selalu menggunakan masker ketika berada di area TPA, khususnya pada saat asap masih tercium atau terlihat. Ini merupakan salah satu langkah sederhana untuk mengurangi paparan asap selama mereka bekerja,” ujar Kepala DLHP Papua Barat.
Sebagai bentuk dukungan terhadap perlindungan pekerja, DLHP Papua Barat telah menyalurkan bantuan 160 masker N95 dan 450 masker biasa untuk digunakan oleh pekerja di TPA Manokwari.
Masker N95 diberikan terutama sebagai perlindungan terhadap partikel halus yang terdapat dalam asap. Sementara masker biasa digunakan sebagai perlindungan tambahan terhadap debu dan partikel yang lebih besar. Penggunaan masker tetap perlu disertai dengan upaya pengendalian sumber asap dan pemantauan kondisi lingkungan di sekitar TPA.
DLHP juga mengingatkan bahwa pekerja perlu memperhatikan kondisi tubuh selama berada di lokasi. Apabila mengalami keluhan seperti batuk terus-menerus, mata perih, iritasi tenggorokan, pusing, atau sesak napas, pekerja dianjurkan segera menjauh dari sumber asap dan melaporkan kondisi tersebut kepada petugas atau mendapatkan pemeriksaan kesehatan.
Kebakaran TPA tidak hanya menjadi persoalan pemadaman api, tetapi juga perlu diperhatikan dari sisi dampak lingkungan dan kesehatan. Asap dapat bergerak mengikuti perubahan arah angin dan pada kondisi tertentu mencapai wilayah di sekitar TPA. Karena itu, pemantauan terhadap arah sebaran asap dan kondisi masyarakat maupun pekerja menjadi bagian penting dalam penanganan dampak kebakaran.
DLHP Papua Barat terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi TPA Manokwari serta berkoordinasi dengan pihak terkait dalam upaya pengendalian kebakaran dan dampaknya terhadap lingkungan.
“Kami berharap para pekerja dapat disiplin menggunakan alat pelindung diri, khususnya masker, selama berada di lokasi. Perlindungan terhadap kesehatan pekerja harus menjadi bagian dari penanganan kebakaran TPA,” tambahnya.
DLHP juga mengimbau masyarakat yang berada di sekitar TPA untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila asap cukup pekat dan menghindari paparan langsung, khususnya bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
Melalui langkah tersebut, DLHP Papua Barat berkomitmen untuk tidak hanya menangani aspek kebakaran di TPA, tetapi juga memastikan perlindungan lingkungan, keselamatan pekerja, dan kesehatan masyarakat tetap menjadi perhatian dalam setiap tahapan penanganan.