Perkuat Kampung Iklim, DLHP Papua Barat Gelar Coaching Clinic dan Pelatihan Calon Enumerator ProKlim

Manokwari, 8 September 2026 — Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Provinsi Papua Barat terus memperkuat pelaksanaan Program Kampung Iklim (ProKlim) melalui kegiatan Launching Coaching Clinic Kampung Iklim dan Pelatihan Dasar Calon Enumerator ProKlim, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas dan koordinasi para pelaksana ProKlim, sekaligus merupakan kelanjutan dari kegiatan sosialisasi Coaching Clinic Kampung Iklim yang telah dilaksanakan sebelumnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Provinsi Papua Barat, Reymond R. H. Yap, S.E., M.TP, dalam sambutannya menegaskan bahwa ProKlim tidak boleh berhenti pada kegiatan sosialisasi maupun penyusunan dokumen, tetapi harus mampu hadir dan berkembang sebagai gerakan nyata masyarakat di tingkat kampung dalam menghadapi perubahan iklim.

“Kita ingin ProKlim benar-benar hadir di tengah masyarakat, tumbuh dari kampung, dan menjadi gerakan nyata masyarakat Papua Barat dalam menghadapi perubahan iklim,” ujar Reymond.

Keterbatasan Anggaran Bukan Alasan Berhenti

Dalam pelaksanaan program, DLHP Papua Barat menyadari bahwa kondisi saat ini menuntut adanya pengelolaan sumber daya yang semakin efisien, cermat dan tepat sasaran.

Menurut Reymond, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi semangat dalam meningkatkan kapasitas maupun memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Sebaliknya, kondisi tersebut harus mendorong seluruh pihak untuk semakin kreatif, memperkuat koordinasi, saling mendukung dan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia.

“Keterbatasan anggaran jangan sampai menjadi keterbatasan semangat kita untuk bekerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, pembangunan lingkungan hidup tidak selalu harus dimulai dengan dukungan anggaran yang besar. Perubahan dapat dimulai dari kepedulian masyarakat, kelompok-kelompok di tingkat kampung, serta para pihak yang memiliki komitmen untuk bekerja secara konsisten.

“Perubahan besar justru dapat dimulai dari kepedulian kecil, dari satu kampung, dari satu kelompok masyarakat, dan dari orang-orang yang mau bekerja dengan tulus,” lanjutnya.

Enumerator Menjadi Mata dan Telinga ProKlim di Lapangan

Salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut adalah Pelatihan Dasar Calon Enumerator ProKlim.

Kepala DLHP Papua Barat menekankan bahwa peran enumerator tidak sebatas melakukan pengumpulan dan pengisian data. Enumerator memiliki peran penting dalam melihat kondisi dan potensi kampung secara langsung.

“Enumerator bukan hanya seseorang yang datang untuk mengisi data. Enumerator adalah mata dan telinga kita di lapangan,” katanya.

Para calon enumerator diharapkan mampu mengenali berbagai potensi kampung, termasuk aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah dilakukan masyarakat, mendokumentasikannya dengan baik, serta menyajikan data yang dapat menjadi dasar dalam pengembangan Kampung Iklim.

Karena itu, pelatihan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan teknis, tetapi juga membangun rasa percaya diri, kepedulian dan tanggung jawab para calon enumerator.

DLHP Papua Barat berharap nantinya tersedia enumerator yang tidak hanya mampu mengumpulkan data, tetapi juga mampu melihat potensi dan kekuatan masyarakat di kampung masing-masing.

Coaching Clinic Perkuat Pendampingan Kabupaten dan Kampung

Selain pelatihan enumerator, Coaching Clinic Kampung Iklim diharapkan menjadi ruang konsultasi dan pendampingan yang dapat memperkuat pola kerja antarwilayah.

Melalui coaching clinic, kabupaten maupun kampung yang menghadapi kendala dalam menyiapkan calon lokasi ProKlim diharapkan tidak berjalan sendiri. Berbagai persoalan dapat dikonsultasikan, didampingi dan diperbaiki secara bersama-sama.

“Keberhasilan ProKlim bukan keberhasilan satu dinas, satu kabupaten, atau satu orang. Keberhasilan ProKlim adalah keberhasilan kita bersama dalam mendorong masyarakat Papua Barat menjadi bagian dari solusi perubahan iklim,” ungkap Reymond.

Ia juga mendorong agar pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh melalui kegiatan tersebut tidak berhenti pada forum pelatihan, tetapi dibawa kembali dan diterapkan di tingkat kabupaten, distrik hingga kampung.

Dari Kampung untuk Papua Barat

Menurutnya, penguatan ProKlim membutuhkan proses yang berkelanjutan dan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, setiap peserta diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperluas gerakan masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim.

“Mari kita mulai dari apa yang kita punya, kita lakukan dari apa yang kita mampu, dan kita bergerak bersama. Mungkin langkah kita hari ini terlihat kecil, tetapi jika dilakukan bersama-sama dan terus-menerus, langkah kecil itu akan menjadi gerakan besar bagi Papua Barat,” ujarnya.

Kegiatan Launching Coaching Clinic Kampung Iklim dan Pelatihan Dasar Calon Enumerator ProKlim diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kerja bersama dalam pengembangan Kampung Iklim di Papua Barat secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Provinsi Papua Barat secara resmi membuka kegiatan Launching Coaching Clinic Kampung Iklim dan Pelatihan Dasar Calon Enumerator ProKlim.


Share :

Tidak ada tag terkait.